#ChitChatNN: Beda pendapat, cheers dulu.

by - 10:27 PM

  
Tanggal 10 November kemarin diperingati dengan hari pahlawan. Pahlawan yang udah berjuang mati-matian untuk Indonesia. Jatuh-bangun membela tanah air tercinta.

Seperti R.A Kartini, Jend. Sudirman, dan lain sebagainya.

Tapi, arti kata pahlawan semakin meluas. Jaman sekarang, orang yang berani menolong orang lain bisa disebut pahlawan. Atau, sebutan pahlawan tanpa tanda jasa untuk seorang guru.

Menjadi pahlawan, tidak harus berjuang diranah perang. Dengan, menjaga kedamaian bangsa yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu kita ini, kita bisa menjadi pahlawan atas diri kita sendiri.

Apasih arti pahlawan jaman sekarang?

Tidak menjadi seorang provokator pemecah bangsa, adalah salah satunya.

Mengingat kerisuhan beberapa hari belakangan ini, jelas kita harus mengoreksi masing-masing diri. Salah satu kebiasaan buruk masyarakat sekarang adalah, mudahnya terprovokasi oleh beberapa pihak tertentu. Dengan memakai pikiran open minded, tentu kita bisa menghindari itu.

Berawal dari saling perbedaan pendapat. Menuntut pendapat miliknya adalah benar. Hingga, akhirnya tercetuslah provokator-provokator yang siap memecah belah bangsa ini.

Sebenernya, perbedaan pendapat  dalam lingkungan sehari-hari itu biasa. Kita ambil contoh soal demo kemarin. Banyak yang berpendapat; gak harus demo kok, buang-buang waktu, bla bla bla. Tapi, ada juga yang berpendapat; kita harus terus demo, kan dia udah bla bla bla.

Pendapat adalah perkiraan, pikiran, atau tanggapan tentang suatu hal (seperti orang atau peristiwa).

Berpendapat itu adalah hak segala insan. Gak perlu ribut Cuma karena beda pendapat antara satu dan yang lainnya. Apalagi sampe harus menggunakan kekerasan.

Kalo lo punya pendapat yang beda sama orang lain. Yaudah, hargai penilaian sudut pandang orang lain. Gak perlu sampe harus adu otot untuk mempertahankan pendapat.

Perbedaan pendapat itu bisa terjadi karena berbedanya pemikiran masing-masing orang. Adanya, perbedaan dari berbagai sudut pandang. Adanya, perbedaan tanggapan akan suatu hal.

And, its not a big issued.

Kita pasti mempelajari apa itu sikap saling menghargai satu sama lain. Menghormati pendapat orang lain. Dan, menerima sudut pandang berbeda dari orang lain.

Gak semua perbedaan itu adalah hal yang gak baik. Sebut saja, perbedaan suku, ras, dan bahasa. Indonesia punya segalanya. Seperti semboyan bhinneka tunggal ika – walaupun berbeda tetap satu jua.

Seperti itulah Indonesia seharusnya.

Bukan saling menikam antara satu dengan yang lainnya. Atau, menghujat satu dan yang lainnya. Atau, merasa paling benar diantara yang lainnya.

Kita pasti bisa menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri.

Gimana? Dengan menghormati segala perbedaan pendapat yang ada.

Gak perlu kok sampe saling unfol, atau unfriend, satu dan yang lainnya cuma karena berbeda pendapat.

Bayangin, kalo semua manusia di dunia ini mempunyai pemikiran seperti itu. Bayangin gimana ricuhnya dunia ini. Bayangin gimana kita akan hidup masing-masing cuma karena berbedanya sudut pandang. Bayangin kalo berjuta-juta orang di belahan dunia ini kalo dipaksa harus satu pemikiran. 

Status manusia sosial bisa jadi berubah menjadi manusia-anti-sosial.

Gak perlu jauh-jauh, antara pemikiran gue dengan Dwi Nanoki dalam penulisan mater #ChitChatNN kadang berbeda. Lantas, meskipun berbeda apakah gue dan dia ribut? Saling unfriend? Gak ‘kan?

So far, kita tetep nulis materi bareng. Dan, pemikiran masing-masing. Gak sejalan? Yaudah. Itu bukan sebuah masalah besar. Gak perlu pake otot untuk menyelesaikan.

So, saling menghargai itu perlu. Gak perlu pake urat, cukup dengarkan, diskusikan, dan terima apapun pendapat orang lain.


Seperti kata Young Lex ft Gamaliel:
Freeze, harus lebih dingin.
Peace, tolong didamaiin.
Cheers, tolong dituangin.
Lebih santai dikit, kalo panas harus cooling down.

Well, kalian bisa cek pendapatnya Dwi Nanoki soal: Beda pendapat, unfriend gak ya?. DISINI



*cheers* 

You May Also Like

0 comments